Tutorial Setup Localhost Mac (Apache2, MySQL 5.7, and PHP 8.1)

Last Updated on March 14 2022 by dhimaskirana

Haloo gaes, pada tutorial kali ini aku akan share tutorial cara setup local development tanpa menginstall aplikasi web server seperti XAMPP ataupun MAMP. Kita akan menggunakan beberapa fitur bawaan Mac OS.

Mac OS yang aku gunakan saat ini adalah Mac OS Big Sur version 11.6.2

Apache2

Secara default Mac OS sudah terinstall apache2. Untuk mengeceknya buka terminal run apachectl -v . Hasilnya seperti ini.

dhimaskirana:~$ apachectl -v
Server version: Apache/2.4.51 (Unix)
Server built:   Nov  1 2021 21:26:04

Secara default lokasi file-file yang akan ditampilkan oleh apache berlokasi di /Library/WebServer/Documents.

PHP

Secara default Mac OS sudah terinstall php versi 7.3. Untuk mengecek kalian bisa menjalankan php -v

dhimaskirana:~$ php -v
WARNING: PHP is not recommended
PHP is included in macOS for compatibility with legacy software.
Future versions of macOS will not include PHP.
PHP 7.3.29-to-be-removed-in-future-macOS (cli) (built: Sep  6 2021 05:14:39) ( NTS )
Copyright (c) 1997-2018 The PHP Group
Zend Engine v3.3.29, Copyright (c) 1998-2018 Zend Technologies

Tetapi ada warning bahwa di versi mac berikutnya php akan dihapus dari Mac OS. Jadi sebaiknya kalian menginstall php sendiri.

Menginstall Homebrew

Kita akan menginstall php menggunakan homebrew. Homebrew merupakan sebuah package manager untuk iOS, yang dapat diinstall dengan mudah melalui terminal.

Sebelum menginstall php, install homebrew dulu. Kunjungi website homebrew di brew.sh. Kemudian kalian copy script Install Homebrew dan tunggu sampai proses selesai. Kalau kalian baru pertama kali, akan memakan waktu yang cukup lama.

Menginstall PHP

Untuk menginstall php jalankan perintah brew install php. Homebrew akan menginstall PHP versi terbaru. Tunggu sampai proses install selesai.

Jalankan perintah export PATH=”/usr/local/opt/php/bin:$PATH” untuk menambahkan path environment variable php.

Jika berhasil, maka versi yang muncul adalah versi terbaru.

dhimaskirana:~$ php -v
PHP 8.1.3 (cli) (built: Mar  1 2022 10:23:25) (NTS)
Copyright (c) The PHP Group
Zend Engine v4.1.3, Copyright (c) Zend Technologies
with Zend OPcache v8.1.3, Copyright (c), by Zend Technologies

Menginstall MySQL

Untuk menginstall mysql jalankan perintah brew install [email protected]. Tunggu hingga selesai. Untuk mengecek versi mysql gunakan mysql –version

dhimaskirana:~$ mysql --version
mysql  Ver 14.14 Distrib 5.7.37, for osx10.16 (x86_64) using  EditLine wrapper

Set PHP di Apache

Secara default apache di Mac OS tidak memuat modul php, oleh karena itu jalankan perintah brew info php. Maka akan keluar informasi seperti berikut.

==> Caveats
To enable PHP in Apache add the following to httpd.conf and restart Apache:
    LoadModule php_module /usr/local/opt/php/lib/httpd/modules/libphp.so

    <FilesMatch \.php$>
        SetHandler application/x-httpd-php
    </FilesMatch>

Finally, check DirectoryIndex includes index.php
    DirectoryIndex index.php index.html

Informasi ini yang akan kita gunakan untuk menkonfigurasikan apache supaya memuat modul php yang telah kita install.

Jalankan perintah:

sudo /System/Applications/TextEdit.app/Contents/MacOS/TextEdit /private/etc/apache2/httpd.conf

Perintah ini akan membuka file httpd.conf (file konfigurasi apache2) menggunakan aplikasi bawaan Mac OS yaitu TextEdit secara administrator atau root. Jangan lupa masukan password.

Masukan semua konfigurasi ke dalam file httpd.conf. Jangan lupa simpan.

Test PHP

Buat file index.php dalam sebuah folder phpinfo, kemudian masukan fungsi phpinfo(). Kemudian akses dengan alamat http://localhost/phpinfo/.

Jika informasi PHP muncul, maka apache sukses memuat modul php. Nah kalian bisa mencoba menginstall WordPress.

Install phpMyAdmin

Setelah php berhasil, kita akan gunakan phpMyAdmin untuk mengakses database mysql kita. phpMyAdmin adalah database management berbasis web browser, sehingga akan mempermudah kita membuat database.

Download phpMyAdmin di https://www.phpmyadmin.net/downloads/ kemudian pilih saja yang bahasa English saja.

Unzip, kemudian rename folder menjadi phpmyadmin, copy ke /Library/WebServer/Documents.

Akses menggunakan alamat http://localhost/phpmyadmin/.

Secara default akses mysql menggunakan username root dan password kosong.

Jika kalian mendapati error Login without a password is forbidden by configuration (see AllowNoPassword) berarti phpMyAdmin tidak mengijinkan password kosong.

Solusinya gampang, kalian buka folder phpmyadmin kemudian ada file config.sample.inc.php rename jadi config.inc.php. Kemudian buka file config.inc.php dengan text editor kalian, kemudian set AllowNoPassword menjadi true. Simpan konfigurasi file kalian.

$cfg['Servers'][$i]['AllowNoPassword'] = true;

mod_rewrite

Jika permalink WordPress kalian error padahal sudah buat file .htaccess di instalasi WordPress kemungkinan penyebabnya adalah modul mod_rewrite belum dimuat di apache.

Caranya adalah buka kembali file httpd.conf kemudian uncomment rewrite_module. Kemudian simpan dan restart apache menggunakan perintah sudo apachectl restart.

Permission

Jika kalian mengcopy file ke dalam folder /Library/WebServer/Documents maka file kalian hanya bisa dibaca tetapi tidak bisa dieksekusi. Ini terjadi karena secara default apache berjalan diatas user _www dan group _www.

Solusinya adalah:

  1. Menambahkan username kalian ke group _www
  2. Mengubah owner dan group semua file yang kalian copy ke _www
  3. Memberikan akses write ke group _www

Langsung kita coba, tambahkan username kalian ke group _www dengan command berikut. whoami di command akan digantikan dengan username kalian.

sudo dseditgroup -o edit -a `whoami` -t user _www

Untuk mengecek apakah username kalian sudah masuk ke group _www bisa menggunakan command berikut

dscacheutil -q group -a name _www

Setelah itu kita akan mengubah owner dan group semua file yg dicopy ke _www. Sebagai contoh kalian copy folder wordpress. Maka jalankan perintah:

sudo chown -R _www:_www wordpress

Setelah semua file menjadi owner dan group _www, maka sekarang kita akan memberikan akses supaya semua user di dalam group _www dapat write file kita.

g+rw artinya group + (tambahkan) write.

sudo chmod -R g+w wordpress

Nah begitulah tutorial konfigurasi Apache, PHP, dan MySQL di Mac OS. Selamat mencoba.

Kebijakan Komentar

**Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh admin.

**DILARANG MENGGUNAKAN FITUR KOMENTAR UNTUK PROMOSI. SEKALI PROMOSI AKAN LANGSUNG DIHAPUS.

**Mohon berkomentar yang bermutu dan relevan dengan isi tulisan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: