Tutorial Setup Localhost Mac (Apache2, MySQL 5.7, and PHP 8.1)

Update : Jika kalian ingin menggunakan localhost untuk local development Laravel atau WordPress atau PHP web based di Mac OS, aku sarankan menggunakan valet. Tutorial ada disini : WordPress Local Development Mac OS Menggunakan Valet

Haloo gaes, pada tutorial kali ini aku akan share tutorial cara setup local development tanpa menginstall aplikasi web server seperti XAMPP ataupun MAMP. Kita akan menggunakan beberapa fitur bawaan Mac OS.

Mac OS yang aku gunakan saat ini adalah Mac OS Big Sur version 11.6.2

Apache2

Secara default Mac OS sudah terinstall apache2. Untuk mengeceknya buka terminal run apachectl -v . Hasilnya seperti ini.

dhimaskirana:~$ apachectl -v
Server version: Apache/2.4.51 (Unix)
Server built:   Nov  1 2021 21:26:04

Secara default lokasi file-file yang akan ditampilkan oleh apache berlokasi di /Library/WebServer/Documents.

PHP

Secara default Mac OS sudah terinstall php versi 7.3. Untuk mengecek kalian bisa menjalankan php -v

dhimaskirana:~$ php -v
WARNING: PHP is not recommended
PHP is included in macOS for compatibility with legacy software.
Future versions of macOS will not include PHP.
PHP 7.3.29-to-be-removed-in-future-macOS (cli) (built: Sep  6 2021 05:14:39) ( NTS )
Copyright (c) 1997-2018 The PHP Group
Zend Engine v3.3.29, Copyright (c) 1998-2018 Zend Technologies

Tetapi akan ada warning bahwa di versi mac berikutnya php akan dihapus dari Mac OS. Jadi sebaiknya kalian menginstall php sendiri menggunakan Homebrew.

Menginstall Homebrew

Nah, kita akan menginstall php menggunakan homebrew. Homebrew merupakan sebuah package manager untuk iOS, yang dapat diinstall dengan mudah melalui terminal.

Sebelum menginstall php, install homebrew dulu. Kunjungi website homebrew di brew.sh. Kemudian kalian copy script Install Homebrew dan jalankan pada terminal. Tunggu sampai proses instalasi selesai. Kalau kalian baru pertama kali menginstall homebrew, proses instalasi akan memakan waktu yang cukup lama.

Menginstall PHP

Oke homebrew sudah terinstall saatnya menginstall php. Untuk menginstall php jalankan perintah brew install php. Homebrew akan menginstall PHP versi terbaru. Tunggu sampai proses install selesai.

Setelah instalasi php selesai, jalankan perintah export PATH=”/usr/local/opt/php/bin:$PATH” untuk menambahkan path php ke environment variable pada Mac OS, sehingga perintah php bisa dieksekusi secara global.

Jika berhasil, silahkan lakukan perintah php -v, maka versi yang muncul adalah versi terbaru.

dhimaskirana:~$ php -v
PHP 8.1.3 (cli) (built: Mar  1 2022 10:23:25) (NTS)
Copyright (c) The PHP Group
Zend Engine v4.1.3, Copyright (c) Zend Technologies
with Zend OPcache v8.1.3, Copyright (c), by Zend Technologies

Menginstall MySQL

Langkah selanjutnya adalah menginstall MySQL untuk keperluan database. Untuk menginstall mysql jalankan perintah brew install [email protected]. Tunggu hingga proses instalasi selesai. Jika sudah selesai, untuk mengecek versi mysql yang terinstall gunakan mysql –version

dhimaskirana:~$ mysql --version
mysql  Ver 14.14 Distrib 5.7.37, for osx10.16 (x86_64) using  EditLine wrapper

Set Modul PHP di Apache

Secara default apache di Mac OS tidak memuat modul php, oleh karena itu jalankan perintah brew info php. Maka akan keluar informasi terkait modul php yang sudah kita install melalui homebrew tadi seperti berikut ini.

==> Caveats
To enable PHP in Apache add the following to httpd.conf and restart Apache:
    LoadModule php_module /usr/local/opt/php/lib/httpd/modules/libphp.so

    <FilesMatch \.php$>
        SetHandler application/x-httpd-php
    </FilesMatch>

Finally, check DirectoryIndex includes index.php
    DirectoryIndex index.php index.html

Informasi ini yang akan kita gunakan untuk menkonfigurasikan apache supaya memuat modul php yang telah kita install.

Jalankan perintah berikut ini untuk membuat teks editor.

sudo /System/Applications/TextEdit.app/Contents/MacOS/TextEdit /private/etc/apache2/httpd.conf

Perintah ini akan membuka file httpd.conf (file konfigurasi apache2) menggunakan aplikasi bawaan Mac OS yaitu TextEdit secara administrator atau root. Jangan lupa masukan password.

Masukan semua konfigurasi ke dalam file httpd.conf seperti pada gambar di atas. Konfigurasi yang perlu di set adalah:

  1. LoadModule php
  2. SetHandler supaya bisa membaca file php
  3. DirectoryIndex

Jangan lupa klik simpan tersebut. Kemudian tutup aplikasi teks editornya.

Kemudian restart apache nya supaya apache nya mengenali php 8.1 yang telah di install tadi. Cara nya jalankan perintah untuk merestart apache.

sudo apachectl restart

Test PHP

Buat file index.php dalam sebuah folder phpinfo, kemudian masukan fungsi phpinfo(). Kemudian akses dengan alamat http://localhost/phpinfo/.

Jika informasi PHP muncul, maka apache sukses memuat modul php. Nah kalian bisa mencoba menginstall WordPress.

Install phpMyAdmin

Setelah php berhasil, kita akan gunakan phpMyAdmin untuk mengakses database mysql kita. phpMyAdmin adalah database management berbasis web browser, sehingga akan mempermudah kita membuat database.

Download phpMyAdmin di https://www.phpmyadmin.net/downloads/ kemudian pilih saja yang bahasa English saja.

Unzip, kemudian rename folder menjadi phpmyadmin, copy ke /Library/WebServer/Documents.

Akses menggunakan alamat http://localhost/phpmyadmin/.

Secara default akses mysql menggunakan username root dan password kosong.

Jika kalian mendapati error Login without a password is forbidden by configuration (see AllowNoPassword) berarti phpMyAdmin tidak mengijinkan password kosong.

Solusinya gampang, kalian buka folder phpmyadmin kemudian ada file config.sample.inc.php rename jadi config.inc.php.

Kemudian buka file config.inc.php dengan text editor kalian, kemudian set AllowNoPassword menjadi true. Simpan konfigurasi file kalian.

$cfg['Servers'][$i]['AllowNoPassword'] = true;

mod_rewrite

Jika permalink WordPress kalian error padahal sudah buat file .htaccess di instalasi WordPress kemungkinan penyebabnya adalah modul mod_rewrite belum dimuat di apache.

Caranya adalah buka kembali file httpd.conf menggunakan perintah sudo supaya dibuka menggunakan akses root, kemudian uncomment rewrite_module. Kemudian simpan dan restart apache menggunakan perintah sudo apachectl restart.

Permission

Jika kalian mengcopy file ke dalam folder /Library/WebServer/Documents maka file kalian hanya bisa dibaca tetapi tidak bisa dieksekusi. Ini terjadi karena secara default apache berjalan diatas user _www dan group _www.

Solusinya adalah:

  1. Menambahkan username account kalian ke group _www
  2. Semua file yang kalian copy ke /Library/WebServer/Documents harus diubah owner dan groupnya ke _www
  3. Memberikan akses write ke group _www

Tambah Username ke Group _www

Langsung kita coba, tambahkan username kalian ke group _www dengan command berikut. whoami di command akan digantikan dengan username kalian.

sudo dseditgroup -o edit -a `whoami` -t user _www

Untuk mengecek apakah username kalian sudah masuk ke group _www bisa menggunakan command berikut

dscacheutil -q group -a name _www

Ubah Owner dan Group file ke _www

Setelah itu, setiap kita mengcopy file atau folder ke dalam /Library/WebServer/Documents, kita harus mengubah owner dan group semua file yg dicopy ke _www.

Sebagai contoh kalian copy folder wordpress ke /Library/WebServer/Documents. Maka buka terminal di /Library/WebServer/Documents, kemudian jalankan perintah:

sudo chown -R _www:_www wordpress

Memberikan akses write ke group _www

Setelah semua file menjadi owner dan group _www, maka sekarang kita akan memberikan akses supaya semua user di dalam group _www dapat write file kita.

g+w artinya group + (tambahkan) write.

sudo chmod -R g+w wordpress

Nah begitulah tutorial konfigurasi Apache, PHP, dan MySQL di Mac OS. Jika kalian menemui kesulitan bisa tulis di kolom komentar yaa, kita sama-sama belajar bareng.

Selamat mencoba.