Code, Design and Share

// pilih topik:

Hidup Berdampingan dengan Artificial Intelligence

Hai teman-teman, kali ini di artikel ini aku mau bahas tentang Artificial Intelligence atau AI.

Di jaman sekarang mungkin teman-teman sudah tidak asing lagi dengan aplikasi Gemini, atau ChatGPT. Bahkan yang cukup terkenal adalah Claude. Mereka semua adalah platform chat AI (Artificial Intelligence). Teknologi ini sangat keren, bahkan perkembangan AI sendiri sangat pesat. AI berkembang semakin canggih bahkan katanya bisa membuat AI sendiri. Agak nger-ngeri gitu ya. Tapi walaupun teknologi ini berkembang pesat, masih banyak orang yang belum menggunakan teknologi ini. Bahkan di Indonesia saja, rata-rata masih menggunakan chat AI. Sedangkan di luar negeri, di tahun 2026 ini mereka sudah menggunakan agentic AI.

AI Chat vs Agentic AI

Nah apa sih perbedaannya AI Chat dan Agentic AI? Perbedaannya terletak bagaimana kita menggunakan AI nya. AI chat ini adalah AI yang digunakan seperti ChatGPT atau Gemini. Kita menulis prompt atau perintah, kemudian AI akan mengeluarkan hasil sesuai perintah prompt yang kita buat. Bisa untuk generate tulisan, puisi, gambar, poster dan lain sebagainya.

Sedangkan Agentic AI, kita menggunakan AI layaknya agent yang terus menerus membantu kita. Kita setup sebuah agent AI di sebuah VPS menggunakan tools seperti OpenClaw, kemudian AI ini akan hidup di dalam VPS tersebut, dan kita bisa mengontrolnya melalui chat seperti WhatsApp atau Telegram. Dengan ini kita bisa memerintahkan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kita, bahkan pro aktif untuk mengingatkan kita juga.

Aku dan AI

Nah aku pribadi sebenarnya juga banyak menggunakan AI dalam keseharian dan pekerjaanku. Seperti membantu coding, membantu membuat design, atau membantu menerjemahkan brief dari client. Di keseharian kadang menggunakan AI untuk mencari solusi rumah tangga atau solusi merawat tanaman. Terkadang juga berdiskusi tentang kesehatan dan macam-macam.

Jujur aja aku belum mencoba Agentic AI, karena menurutku belum begitu perlu. Karena bagi aku, AI seperti Gemini ataupun ChatGPT masih cukup powerfull untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Di sisi lain juga menggunakan Agentic AI perlu subcribe AI seperti Claude atau Gemini. Tentunya akan lebih “pintar” dibanding AI yang gratisan seperti Gemini atau ChatGPT.

Hidup bersama AI

Kehadiran AI di hidup manusia ini cukup membawa dampak positif maupun negatif. Perkembangan teknologi ini tentunya tidak bisa kita tolak. Kita tidak bisa seperti manusia kolot yang menolak kehadiran AI. Tapi kita perlu menerima sebagai teknologi baru seperti internet pada tahun 2000an. Kita juga harus menggunakan logika dan empati diri yang hanya ada di manusia untuk memilah hal baik dan hal buruk bisa dihasilkan dari penggunaan AI ini.

Pada akhirnya teknologi yang hadir dalam peradaban manusia ini tidak bisa kita hindari. Kehadiran teknologi ini harus membawa manusia menjadi lebih baik. Dengan adanya AI, kita bisa belajar dan bekerja lebih cepat. Layaknya kehadiran internet membawa dampak positif bagi yang mau menerima dan memanfaatkan dengan baik, dan membawa dampak negatif bagi yang tidak mau menggunakan atau malah menyalahgunakan AI.

// tulis respon

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *