Dhimas Kirana

  • Native Maintenance

    About The Plugin

    A super simple maintenance mode plugin using native maintenance mode WordPress. This plugin can be easily installed to show a native maintenance mode using default style WordPress. It allows you to maintain your site on the back end by displaying a temporary maintenance page on the front end. The plugin does not require any additional configuration or setup. All you need to do is activate it and maintenance mode will be automatically enabled. It is very lightweight yet powerful.

    Features

    • Simple layout default WordPress
    • Responsive maintenance mode page
    • No customizations required
    • Easier to manage as the maintenance mode can be turned on by activating the plugin
    • Notify the search engine crawler that the site is down for a limited period of time

    Installation

    1. Go to the “Add New” plugins screen in your WordPress Dashboard
    2. Click the upload tab
    3. Browse for the plugin file (native-maintenance.zip) on your computer
    4. Click “Install Now” and then hit the activate button

    Alternatively,

    1. Login to your WordPress dashboard.
    2. Go to “Plugin” and click on “Add New” button.
    3. Search for “native maintenance”.
    4. Click on Install and Activate.
  • MuseScore – Aplikasi Notasi Musik Gratis

    Haloo teman-teman, sudah pernah dengar aplikasi MuseScore?

    Mungkin kalau teman-teman di kalangan pemusik, atau komposer musik pasti tau sibelius kan? Nah MuseScore ini sama dengan Sibelius yaitu aplikasi untuk menulis notasi musik. Yang membedakan adalah gratis dan tidaknya. Nah kita akan bahas kenapa teman-teman sebaiknya menggunakan aplikasi MuseScore.

    Gratis

    Ini sudah jelas, MuseScore ini bersifat open source. Artinya code programnya di buka secara publik, sehingga siapapun bisa ikut mengembangkan aplikasi dan turut berkontribusi dalam pengembangan.

    Karena sifatnya open source ini, maka MuseScore gratis tanpa harus membayar sepeserpun. Kalian tinggal pakai untuk menulis notasi musik.

    Apalagi kalau teman-teman pakai aplikasi untuk produksi atau pekerjaan, sebaiknya pakai software gratis saja daripada pakai sibelius tetapi bajakan. Biar duit hasil kerjanya lebih halal.

    Terintegrasi dengan MuseScore.com

    Nah teman-teman yang belum tau nih soal musescore.com, kalian bisa cari-cari score di musescore.com. Di sana banyak para komposer atau penulis notasi musik yang mengupload karya aransemen mereka. Dan kamu pun bisa mendownload secara gratis. Bahkan kalianpun bisa mengupload hasil karya aransemen kalian juga.

    Nah di aplikasi MuseScore ini sudah terintegrasi dengan akun musescore.com, jadi teman-teman bisa sekalian upload karya aransemen kalian ke website musescore.com

  • Zona Merah Ojol (Ojek Online)

    Ojol atau Ojek Online merupakan layanan ojek secara online yang bisa dipesan melalui smartphone. Dengan segala kemudahannya, maka tak heran banyak dari pengguna smartphone saat ini mengandalkan layanan ojek online untuk kebutuhan transportasi mereka.

    Tetapi rupanya kehadiran ojol ini juga memberikan dampak, salah satunya dampak ke para ojek pangkalan. Karena kehadiran ojol ini mengusik mata pencaharian mereka.

    Rata-rata ojek pangkalan ini merupakan layanan ojek yang berada di dekat stasiun atau pun di dekat terminal. Mereka menerima pesanan secara offline langsung dari customer yang sedang mencari layanan transportasi. Terkadang harga yang ditawarkan kurang transparan, kalau dari luar daerah, harganya bisa dinaikan berkali-kali lipat.

    Lalu apa imbasnya terhadap ojek pangkalan?

    Yap seperti kita tahu, ojek pangkalan ini sepakat menerapkan aturan zona merah di sekitar stasiun atau di sekitar terminal. Dan para driver ojek online, rata-rata sudah mengerti aturan zona merah ini. Tetapi tidak untuk kita yang merupakan customer atau pengguna dari ojek online ini.

    Akhirnya pengguna ojek online ini terkena imbas, ada yang dimaki-maki, diteriakin, bahkan mungkin bisa sampai kekerasan fisik.

    Contohnya salah satu postingan berikut ini.

    https://www.instagram.com/p/CfgBMm6vzHx/

    Stasiun Gombong

    Saya pribadi pernah mengalami kasus zona merah ini tahun 2021, sewaktu jalan-jalan ke kota Gombong Kebumen. Waktu itu saya naik kereta dari Yogyakarta, turun di stasiun Gombong. Disitu saya mencari sarapan di sekitar stasiun, kemudian memesan ojek online Grab.

    Kemudian si driver ngomong kalau gabisa jemput sesuai titik. Si driver meminta saya untuk berjalan dari stasiun ke arah utara deket Jalan Yos Sudarso Gombong. Setelah bertemu si driver, saya diberi tahu bahwa ada zona merah di sekitar stasiun. Disitulah saya paham.

    Ojek Online vs Ojek Pangkalan

    Perkembangan teknologi tidak bisa kita bendung. Lambat laun ojek pangkalan mungkin akan hilang dan berganti menjadi ojek online. Layanan serba cepat dan transparansi harga adalah kebutuhan pelanggan ojek.

    Seharusnya ojek pangkalan mulai beralih ke ojek online. Jika sudah nyaman di zona ojek pangkalan, maka bersiap-siap saja kehilangan pelanggan.

  • Navigasi Mata Angin Orang Jogja (Ngetan, Ngalor, Ngulon, Ngidul)

    Aku lahir dan besar di jogja. Sebagai orang jogja, sejak kecil aku diajarkan menggunakan navigasi mata angin ngetan, ngalor, ngulon, dan ngidul. Ngetan itu ke timur, ngalor itu ke utara, ngulon itu ke barat, dan ngidul itu ke selatan,

    Jadi kalau mau menunjukkan arah menuju ke lokasi tertentu, orang jogja akan menggunakan navigasi mata angin.

    Karena kebiasaan menggunakan navigasi mata angin ini dan jarang sekali menggunakan kanan kiri, waktu kecil aku sempet bingung ngomong kanan kiri. Kadang ngomong kanan berpatokan tangan kanan yang digunakan untuk makan, dan kiri sebaliknya. Lucu sih kalau diingat, haha..

    Nah kenapa orang jogja menggunakan navigasi mata angin, karena menurutku pribadi navigasi mata angin ini sifatnya mutlak. Sedangkan kanan kiri sifatnya relatif, tergantung datangnya dari mana.

    Sebagai contoh ada orang dari Bantul (kabupaten di sisi selatan kota Yogyakarta) tanya ke orang Sleman (kabupaten di sisi utara kota Yogyakarta). Orang Bantul ini tanya dimana lokasi angkringan kopi jos. Kemudian orang Sleman ini bilang, “Seko tugu jogja ngidul mentok mas, angkringan kopi jos wonten ing wetan dalan.” artinya “Dari tugu jogja ke arah selatan sampe ujung, angkringan kopi jos ada di sebelah timur jalan.”

    Nah disini orang Bantul dan orang Sleman punya perspektif yang sama soal arahnya. Sudah jelas dan mutlak posisinya dari tugu jogja ke selatan, di timur jalan. Jadi mau datang dari arah tugu, atau datang dari arah Samsat Yogyakarta, atau datang dari malioboro, atau datang dari Stasiun Tugu, akan memiliki lokasi sama yang mutlak. Sedangkan kanan dan kiri relatif tergantung dari mana arah datangnya.

    Kok bisa ya orang jogja hafal arah mata angin?

    Simpel, karena bentang alam yang ada di jogja mendukung. Di utara kita melihat Gunung Merapi, di sisi Timur melihat deretan pegunungan sewu, di sisi barat melihat pegunungan menoreh, di sisi selatan ada pantai selatan. Tapi karena yang paling kelihatan Gunung Merapi, sudah jelas itu sisi utara.

    Kalau lagi di tengah kota Yogyakarta, bisa berpatokan sama Kraton yang menghadap ke utara, atau jalan malioboro yang membentang dari utara ke selatan. Bisa juga jalan Kusumanegara yang membentang dari timur ke barat. Pokoknya jalanan di kota Yogyakarta itu membentuk kotak, sehingga gampang banget nentuin utara selatan barat maupun timur.

    Nah buat kamu orang luar jogja, jangan kaget kalau ketemu orang jogja memberikan arah, memang seperti inilah mereka memberikan arah petunjuk. Selamat berlibur di Jogja, jangan lupa makan gudeg 😁

  • Pengalaman Terkena Covid-19

    Haloo guys, apa kabar? Semoga sehat selalu yaa. Jadi tahun lalu aku terpapar penyakit yang sekarang menjadi pandemi yaitu Covid-19. Nah disini aku mau sharing ke temen-temen tentang apa yang terjadi, trus langkah apa yang harus di lakukan, semua yang aku alami akan aku share disini.

    Yang belum vaksin dan booster segera yaa, soalnya vaksin sampai booster cukup efektif mengurangi penularan kasus covid-19.

    Gejala Mulai Tampak

    Oke jadi gejala penyakit dimulai tanggal Minggu, 14 Februari 2021. Aku mulai merasakan muncul gejala meriang kemudian di ikuti demam dan kepala pusing. Hari senin, 15 Februari 2021 gejala kemudian diikuti gejala batuk, tetapi batuk ringan, sehingga karena kondisi semakin parah aku memutuskan untuk tidak masuk kerja.

    Kemudian selasa sampai jumat tanggal 16 – 19 Februari 2021 aku memutuskan untuk tetap masuk kerja, karena dirasa ini hanya seperti flu biasa dan gejala sudah mulai berkurang, tidak separah saat tanggal 14 dan 15 Februari. Bahkan aku tidak mengalami anosmia atau kehilangan indra penciuman, jadi asumsiku adalah ini flu biasa.

    Tes Antigen

    Sabtu, 20 Februari 2021, salah satu teman kantorku mengalami gejala serupa. Kemudian dia memutuskan untuk check antigen mandiri. Ternyata hasilnya positif, sehingga kantor menginstruksikan seluruh karyawan kantor diwajibkan tes antigen.

    Minggu, 21 Februari 2021, aku melakukan tes antigen dan hasilnya positif. Kemudian hasil antigen di kumpulkan, ternyata ada 5 teman kantor yang hasil tes antigennya positif. Sehingga total ada 6 orang yang positif termasuk aku.

    Masa Karantina

    Oke jadi setelah hasil antigen keluar, 6 karyawan yang positif covid-19 di wajibkan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sehingga isolasi dimulai tanggal 22 Februari 2021 sampai 7 Maret 2021 (14 hari).

    Beberapa rekan kerja yang positif ada yang isolasi di rumah, ada yang isolasi di penginapan. Kalau aku sendiri isolasi di rumah kemudian lanjut di shelter karantina pemerintah setempat. Kenapa bisa pindah ke shelter, ada dibawah ini penyebabnya.

    Tes PCR

    Papahku bekerja di sebuah bank swasta dan setiap pagi diwajibkan membuat laporan kondisi kesehatan. Ketika hasil antigen ku keluar dan dinyatakan positif, papahku juga memberikan laporan bahwa anaknya positif covid-19. Karena papahku kontak erat satu rumah sama aku, kantor papahku ini menyarankan papahku untuk isolasi terlebih dahulu dan mewajibkan aku untuk tes pcr untuk memperkuat hasil diagnoas covid-19 nya.

    Senin, 22 Februari 2021 aku memutuskan ke Puskesmas untuk mendaftar tes PCR. Kemudian mendapatkan jadwal tes PCR hari Rabu 24 Februari 2021. Kemudian Jumat, 26 Februari 2021 hasil PCR keluar dan aku dinyatakan positif covid-19.

    Karena ini tes PCR dari puskesmas alias gratis, laporan PCR ini kemudian di laporkan ke pemerintah dan satgas setempat. Sehingga 26 Februari 2021, jam 15.00 rumahku didatangi satgas covid setempat dan dilakukan penyemprotan di rumah. Satgas juga menyarankan aku untuk isolasi di shelter.

    Tes Antigen

    Sabtu, 27 Februari 2021 papah, mamah dan adik aku menjalani tes antigen untuk memastikan tidak terpapar covid-19.

    Bertepatan juga tanggal ini aku mulai masuk shelter isolasi milik Pemda Bantul yang berlokasi di Niten untuk menjalani masa isolasi. Tepatnya menggunakan gedung milik Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Bantul.

    Hasil Antigen Positif

    Setelah tes antigen, ternyata hanya papahku yang positif. Mamah dan adik aku hasilnya negatif. Kemudian malam hari papah sempat sesak napas di rumah, sehingga harus dibantu dengan tabung oksigen. Kemudian atas saran dokter dari puskesmas, melihat kondisi papahku yang memburuk, akhirnya papah aku dilarikan ke RS Lapangan Covid-19 Bambanglipuro Bantul.

    Di RS Lapangan Covid-19 ini menampung pasien covid-19 dengan gejala yang bisa memperburuk keadaan. Sedangkan Shelter Niten adalah pasien bergejala ringan sampai yang tanpa gejala.

    Masa Isolasi Shelter Niten

    Untuk masa isolasi di shelter Niten ini adalah 10 hari dihitung dari tes PCR. Sehingga aku tes PCR tanggal 24 Februari 2021, masuk shelter 27 Februari, selesai isolasi 10 hari tanggal 3 Maret 2021. Kemudian diwajibkan menyelesaikan 4 hari isolasi di rumah supaya total 14 hari isolasi.

    Karena shelter niten berisi pasien gejala ringan hingga tanpa gejala, maka kami hanya diberi multivitamin dan zinc. Kemudian ada paket minum seperti kopi dan sereal. Ada paket mandi untuk MCK.

    Selama di shelter kami diberi kebebasan, sehingga tidak di dalam kamar saja. Setiap pagi ada senam bersama. Kemudian sore biasanya olahraga bersama dengan para pasien yang lain. Tentunya tetap dengan menjalankan prokes.

    Untuk makan 3x sehari, makan pagi sekitar jam 07.00, makan siang sekitar jam 11.00 dan makan malam sekitar jam 17.00.

    Masa Isolasi RS Lapangan Covid-19 Bantul

    Untuk papahku sendiri, masuk ke RS tanggal 27 Februari, dihitung 10 hari dari tes antigen pada tanggal yang sama sehingga papahku selesai isolasi tanggal 6 Maret 2021.

    Selama di RS masing-masing pasien di pantau oleh dokter, sehingga pelayanan di RS Lapangan ini cukup intens dibanding shelter niten. Makan juga sama 3x sehari. Dapat obat dan multivitamin sesuai resep dokter.

    Lockdown Rumah

    RT setempat mendapatkan laporan dari puskesmas bahwa aku positif pada tanggal 26 Februari, sehingga mulai tanggal 27 Februari sampai 10 Maret 2021 kami sekeluarga di isolasi oleh RT setempat. RT setempat juga mengirimi bahan pangan secara bergilir sampai waktu isolasi selesai, sehingga saya sangat bersyukur RT setempat membantu kami selama menjalani masa isolasi.

    Isolasi Selesai

    Tanggal 10 Maret masa isolasi sudah selesai, dan kami kembali beraktivitas seperti biasa. Tetapi demi kebaikan bersama, kami melakukan tes antigen terlebih dahulu sebelum beraktivitas di luar. Tes antigen menunjukkan negatif, sehingga saya dan sekeluarga sudah sembuh sepenuhnya.

    Masa After Covid

    Nah ini yang sepertinya mungkin banyak dibicarakan oleh penyintas Covid-19 yaitu fenomena gejala Long Covid. Jujur aja setelah mengalami covid-19 badan saya terasa lebih mudah capek jika dibanding sebelum terkena covid. Saya kurang tahu apakah itu memang gejala long covid atau bukan. Tetapi yang jelas ada beberapa gejala yang masuk kategori long covid dan kecapekan adalah salah satunya.

    Tetap Jaga Kesehatan, Covid-19 itu Nyata!

    Mengakhiri tulisan yang cukup panjang ini, saya berpesan kepada pembaca, apalagi yang belum pernah terkena covid. Tetap patuhi prokes, selalu biasakan diri untuk hidup bersih, pakai hand sanitizer, pakai masker dan jaga jarak. Selain prokes, juga perkuat imun pada tubuh kita. Makan yang bergizi dan sehat, jangan lupa olahraga.

    Covid-19 nyata, ada di sekitar kita, dan terpapar covid adalah sebuah kepastian, hanya tidak tahu kapan akan terkena. Covid-19 tidak beda jauh sepertu flu biasa yang penyebaran bisa sangat acak sekali. Oleh karena itu tetap jaga kesehatan dan patuhi prokes.

    Jika terpapar jangan panik, tetap tenang, isolasi mandiri, makan yang sehat dan buat pikiran selalu senang, niscaya akan cepat sembuh. Walau “kepikiran tentang covid-19” hal sepele, tetapi bisa berakibat fatal dan memperburuk keadaan.

    Juga selalu update informasi tentang covid-19 yaa. Bisa ke website resmi covid-19 yang dikelola negara.

    Stay safe, stay healthy… 🙂